Selamat Datang di Situs Resmi Fraksi PKB
HomeBerita

Harga MinyaKita Bakal Naik, Nasim Khan: Beri Sanksi Tegas bagi Penimbun dan Permainan Distribusi

Harga MinyaKita Bakal Naik, Nasim Khan: Beri Sanksi Tegas bagi Penimbun dan Permainan Distribusi

JAKARTA-Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, Nasim Khan, meminta pemerintah memperketat pengawasan distribusi MinyaKita apabila memutuskan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Menurutnya, kenaikan HET harus diikuti langkah pengawasan yang ketat agar tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menimbun barang atau memainkan distribusi demi meraup keuntungan berlebihan.

"Kami mendapat informasi bahwa pemerintah dalam waktu dekat akan menaikkan HET MinyaKita. Namun jika keputusan itu diambil, harus dibarengi dengan pengawasan distribusi yang ketat. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kebijakan tersebut untuk kepentingan pribadi dengan menimbun barang atau menaikkan harga secara tidak wajar," kata Nasim di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Nasim menjelaskan, pemerintah mempertimbangkan penyesuaian HET karena harga minyak sawit mentah (CPO) terus meningkat. Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah juga turut menekan harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa MinyaKita merupakan program minyak goreng rakyat yang ditujukan untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah. Karena itu, kenaikan harga tidak boleh membebani masyarakat akibat lemahnya pengawasan di lapangan.

"Kalau HET naik tetapi distribusinya tidak diawasi dengan baik, harga di tingkat konsumen bisa melonjak jauh lebih tinggi dari yang ditetapkan pemerintah. Yang dirugikan tentu masyarakat kecil yang selama ini mengandalkan MinyaKita sebagai minyak goreng dengan harga terjangkau," ujarnya.

Nasim juga meminta aparat penegak hukum, Satgas Pangan, Kementerian Perdagangan, dan pemerintah daerah untuk aktif mengawasi rantai distribusi MinyaKita hingga ke tingkat pengecer. Ia menilai praktik penimbunan dan permainan distribusi harus ditindak tegas karena berpotensi menciptakan kelangkaan semu dan memicu lonjakan harga di pasar.

"Saya minta pemerintah tidak hanya mengawasi, tetapi juga memberikan sanksi tegas kepada siapa pun yang terbukti menimbun MinyaKita atau memainkan distribusi untuk menjualnya dengan harga lebih tinggi. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan di tengah kesulitan masyarakat," tegasnya.

Menurut Nasim, penegakan hukum yang tegas akan memberikan efek jera sekaligus memastikan kebijakan pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa MinyaKita merupakan kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup orang banyak sehingga tidak boleh dijadikan objek spekulasi oleh segelintir pihak.

Saat ini HET MinyaKita berada pada angka Rp15.700 per liter. Namun di sejumlah daerah harga jual di pasar masih ditemukan jauh di atas HET, bahkan mencapai Rp20.000 hingga Rp22.000 per liter. Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya persoalan dalam rantai distribusi yang harus segera dibenahi pemerintah.

"Jangan sampai kenaikan HET justru menjadi alasan bagi oknum tertentu untuk semakin menaikkan harga di pasar. Yang harus dijaga adalah ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat," pungkas Nasim.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Profile Anggota

  • IRMAWAN
    IRMAWAN
  • RUSLAN M. DAUD
    RUSLAN M. DAUD
  • ASHARI TAMBUNAN
    ASHARI TAMBUNAN
  • MARWAN DASOPANG
    MARWAN DASOPANG
  • RICO ALVIANO
    RICO ALVIANO
  • IYETH BUSTAMI
    IYETH BUSTAMI
  • MAFIRION
    MAFIRION
  • ELPISINA
    ELPISINA
  • S.N. PRANA PUTRA SOHE
    S.N. PRANA PUTRA SOHE
  • BERTU MERLAS
    BERTU MERLAS
  • MUHAMMAD KADAFI
    MUHAMMAD KADAFI
  • CHUSNUNIA CHALIM
    CHUSNUNIA CHALIM
  • HASBIALLAH ILYAS
    HASBIALLAH ILYAS
  • IDA FAUZIYAH
    IDA FAUZIYAH
  • HABIB SYARIEF MUHAMMAD
    HABIB SYARIEF MUHAMMAD
  • CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
    CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
  • ASEP ROMY ROMAYA
    ASEP ROMY ROMAYA
  • NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
    NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
  • ZAINUL MUNASICHIN
    ZAINUL MUNASICHIN
  • TOMMY KURNIAWAN
    TOMMY KURNIAWAN
  • SUDJATMIKO
    SUDJATMIKO
  • SYAIFUL HUDA
    SYAIFUL HUDA
  • DEDI WAHIDI
    DEDI WAHIDI
  • MAMAN IMANUL HAQ
    MAMAN IMANUL HAQ
  • RINA SAADAH
    RINA SAADAH
  • IMAS AAN UBUDIAH
    IMAS AAN UBUDIAH
  • OLEH SOLEH
    OLEH SOLEH
  • HINDUN ANISAH
    HINDUN ANISAH
  • MARWAN JAFAR
    MARWAN JAFAR
  • EVA MONALISA
    EVA MONALISA
  • MOHAMMAD TOHA
    MOHAMMAD TOHA
  • ABDULLAH
    ABDULLAH
  • TAUFIQ R ABDULLAH
    TAUFIQ R ABDULLAH
  • SITI MUKAROMAH
    SITI MUKAROMAH
  • EKA WIDODO
    EKA WIDODO
  • M. HANIF DHAKIRI
    M. HANIF DHAKIRI
  • KAISAR ABU HANIFAH
    KAISAR ABU HANIFAH
  • ARZETI BILBINA
    ARZETI BILBINA
  • ANISAH SYAKUR
    ANISAH SYAKUR
  • M. HILMAN MUFIDI
    M. HILMAN MUFIDI
  • NIHAYATUL WAFIROH
    NIHAYATUL WAFIROH
  • M. NASIM KHAN
    M. NASIM KHAN
  • RIVQY ABDUL HALIM
    RIVQY ABDUL HALIM
  • MUHAMMAD KHOZIN
    MUHAMMAD KHOZIN
  • HASANUDDIN WAHID
    HASANUDDIN WAHID
  • ALI AHMAD
    ALI AHMAD
  • ANGGIA ERMA RINI
    ANGGIA ERMA RINI
  • ANIM FALACHUDDIN
    ANIM FALACHUDDIN
  • AHMAD IMAN SYUKRI
    AHMAD IMAN SYUKRI
  • RUSDI KIRANA
    RUSDI KIRANA
  • ABDUL HALIM ISKANDAR
    ABDUL HALIM ISKANDAR
  • ANNA MUAWANAH
    ANNA MUAWANAH
  • RATNA JUWITA SARI
    RATNA JUWITA SARI
  • JAZILUL FAWAID
    JAZILUL FAWAID
  • SYAFIUDDIN
    SYAFIUDDIN
  • AHMAD FAUZI
    AHMAD FAUZI
  • MOH. RANO ALFATH
    MOH. RANO ALFATH
  • MAHDALENA
    MAHDALENA
  • LALU HADRIAN IRFANI
    LALU HADRIAN IRFANI
  • N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
    N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
  • USMAN HUSIN
    USMAN HUSIN
  • DANIEL JOHAN
    DANIEL JOHAN
  • SYAFRUDDIN
    SYAFRUDDIN
  • SYAMSU RIZAL
    SYAMSU RIZAL
  • ANDI MUAWIYAH RAMLY
    ANDI MUAWIYAH RAMLY
  • JAELANI
    JAELANI
  • INDRAJAYA
    INDRAJAYA