Selamat Datang di Situs Resmi Fraksi PKB
HomeBerita

Bahan Baku Obat 80 Persen Impor, Komisi VI Desak Kemandirian Farmasi

Bahan Baku Obat 80 Persen Impor, Komisi VI Desak Kemandirian Farmasi

JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Nasim Khan, mendorong pemerintah mempercepat hilirisasi industri obat berbahan baku lokal demi memangkas ketergantungan impor farmasi. Saat ini harga-harga obat di pasaran mulai melonjak seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Ketergantungan bahan baku obat dari produk impor juga memicu kerapuhan ketahanan kesehatan nasional.

Sebagai solusinya, Nasim mendesak optimalisasi Obat Bahan Alam (OBA) dengan memanfaatkan kekayaan hayati Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat lokal bukan sekadar alternatif, melainkan strategi mutlak untuk menstabilkan harga obat di pasar domestik sekaligus menggerakkan ekonomi sektor pertanian herbal.

"Saat ini bahan baku obat mayoritas berasal dari impor. Ketika rupiah melemah, bahan baku obat tentunya berdampak sehingga harga obat menjadi mahal. Indonesia memiliki warisan kekayaan alam dan budaya pengobatan tradisional yang luar biasa. Kita memiliki berbagai jenis tanaman obat dan bahan alami yang berpotensi dikembangkan menjadi Obat Bahan Alam yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa," ujar Nasim Khan di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Legislator PKB ini menegaskan bahwa ketergantungan masif pada pasokan global sangat merugikan masyarakat kecil yang membutuhkan akses pengobatan terjangkau. Ia menuntut pemerintah menetapkan target konkret pengurangan impor tahunan dan memperkuat ekosistem farmasi dalam negeri, mulai dari teknologi, bahan kemasan, hingga mesin produksi.

"Masyarakat yang membutuhkan pengobatan tentunya sangat terdampak ketika harga obat menjadi semakin mahal. Pemerintah harus memiliki target untuk menurunkan ketergantungan bahan baku impor. Jangan sampai ketahanan kesehatan nasional kita bergantung pada kondisi negara lain,” ujarnya.

Nasim menilai akan ada perubahan signifikan pada harga dan stok obat jika pemerintah berhasil melakukan hilirisasi bahan obat berbasis lokal. Menurutnya petani tanaman obat hingga UMKM akan merasakan dampak nyata. “ Kalau bahan baku obat bisa diproduksi lebih banyak di dalam negeri, maka harga obat akan lebih stabil, pasokan lebih terjamin, dan manfaat ekonominya juga bisa dirasakan masyarakat. Petani tanaman obat, pelaku UMKM herbal, hingga industri farmasi nasional akan ikut tumbuh," tegasnya.

Legislator asal Jawa Timur ini meminta adanya sinergi lintas sektor untuk mempercepat penguasaan teknologi kesehatan dan inovasi riset. Ia optimis Indonesia mampu mandiri secara medis jika potensi alam dikelola secara serius dan terintegrasi dari hulu ke hilir.

"Kemandirian industri kesehatan harus menjadi agenda strategis nasional. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan kemampuan riset yang terus berkembang. Tinggal bagaimana pemerintah dan industri mempercepat hilirisasi serta pemanfaatan bahan baku lokal agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," pungkas Nasim.

Penulis : Rach Alida Bahaweres

Profile Anggota

  • IRMAWAN
    IRMAWAN
  • RUSLAN M. DAUD
    RUSLAN M. DAUD
  • ASHARI TAMBUNAN
    ASHARI TAMBUNAN
  • MARWAN DASOPANG
    MARWAN DASOPANG
  • RICO ALVIANO
    RICO ALVIANO
  • IYETH BUSTAMI
    IYETH BUSTAMI
  • MAFIRION
    MAFIRION
  • ELPISINA
    ELPISINA
  • S.N. PRANA PUTRA SOHE
    S.N. PRANA PUTRA SOHE
  • BERTU MERLAS
    BERTU MERLAS
  • MUHAMMAD KADAFI
    MUHAMMAD KADAFI
  • CHUSNUNIA CHALIM
    CHUSNUNIA CHALIM
  • HASBIALLAH ILYAS
    HASBIALLAH ILYAS
  • IDA FAUZIYAH
    IDA FAUZIYAH
  • HABIB SYARIEF MUHAMMAD
    HABIB SYARIEF MUHAMMAD
  • CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
    CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
  • ASEP ROMY ROMAYA
    ASEP ROMY ROMAYA
  • NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
    NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
  • ZAINUL MUNASICHIN
    ZAINUL MUNASICHIN
  • TOMMY KURNIAWAN
    TOMMY KURNIAWAN
  • SUDJATMIKO
    SUDJATMIKO
  • SYAIFUL HUDA
    SYAIFUL HUDA
  • DEDI WAHIDI
    DEDI WAHIDI
  • MAMAN IMANUL HAQ
    MAMAN IMANUL HAQ
  • RINA SAADAH
    RINA SAADAH
  • IMAS AAN UBUDIAH
    IMAS AAN UBUDIAH
  • OLEH SOLEH
    OLEH SOLEH
  • HINDUN ANISAH
    HINDUN ANISAH
  • MARWAN JAFAR
    MARWAN JAFAR
  • EVA MONALISA
    EVA MONALISA
  • MOHAMMAD TOHA
    MOHAMMAD TOHA
  • ABDULLAH
    ABDULLAH
  • TAUFIQ R ABDULLAH
    TAUFIQ R ABDULLAH
  • SITI MUKAROMAH
    SITI MUKAROMAH
  • EKA WIDODO
    EKA WIDODO
  • M. HANIF DHAKIRI
    M. HANIF DHAKIRI
  • KAISAR ABU HANIFAH
    KAISAR ABU HANIFAH
  • ARZETI BILBINA
    ARZETI BILBINA
  • ANISAH SYAKUR
    ANISAH SYAKUR
  • M. HILMAN MUFIDI
    M. HILMAN MUFIDI
  • NIHAYATUL WAFIROH
    NIHAYATUL WAFIROH
  • M. NASIM KHAN
    M. NASIM KHAN
  • RIVQY ABDUL HALIM
    RIVQY ABDUL HALIM
  • MUHAMMAD KHOZIN
    MUHAMMAD KHOZIN
  • HASANUDDIN WAHID
    HASANUDDIN WAHID
  • ALI AHMAD
    ALI AHMAD
  • ANGGIA ERMA RINI
    ANGGIA ERMA RINI
  • ANIM FALACHUDDIN
    ANIM FALACHUDDIN
  • AHMAD IMAN SYUKRI
    AHMAD IMAN SYUKRI
  • RUSDI KIRANA
    RUSDI KIRANA
  • ABDUL HALIM ISKANDAR
    ABDUL HALIM ISKANDAR
  • ANNA MUAWANAH
    ANNA MUAWANAH
  • RATNA JUWITA SARI
    RATNA JUWITA SARI
  • JAZILUL FAWAID
    JAZILUL FAWAID
  • SYAFIUDDIN
    SYAFIUDDIN
  • AHMAD FAUZI
    AHMAD FAUZI
  • MOH. RANO ALFATH
    MOH. RANO ALFATH
  • MAHDALENA
    MAHDALENA
  • LALU HADRIAN IRFANI
    LALU HADRIAN IRFANI
  • N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
    N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
  • USMAN HUSIN
    USMAN HUSIN
  • DANIEL JOHAN
    DANIEL JOHAN
  • SYAFRUDDIN
    SYAFRUDDIN
  • SYAMSU RIZAL
    SYAMSU RIZAL
  • ANDI MUAWIYAH RAMLY
    ANDI MUAWIYAH RAMLY
  • JAELANI
    JAELANI
  • INDRAJAYA
    INDRAJAYA