Selamat Datang di Situs Resmi Fraksi PKB
HomeBerita

Kebakaran Kemayoran Lebih Tiga Jam, Komisi II Minta Pemda Gencarkan Pencegahan Mandiri

Kebakaran Kemayoran Lebih Tiga Jam, Komisi II Minta Pemda Gencarkan Pencegahan Mandiri

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Eka Widodo, angkat bicara mengenai musibah kebakaran hebat yang menghanguskan 250 bangunan semipermanen di kawasan Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat, pada Senin (1/6/2026) malam. Insiden yang menyebabkan 500 jiwa kehilangan tempat tinggal dan tiga orang terluka tersebut dinilai menjadi bukti nyata lemahnya mitigasi kebakaran di tingkat daerah.

Eka Widodo menyoroti durasi pemadaman yang memakan waktu hingga hampir tiga jam sejak laporan pertama kali diterima oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 20.55 WIB. Padahal, unit pemadam kebakaran sudah merespons dengan sangat cepat dalam waktu 8 menit setelah menerima laporan warga.

"Kita mengapresiasi kecepatan response time dari petugas Gulkarmat di lapangan yang tiba hanya dalam waktu delapan menit. Namun, fakta bahwa api baru bisa dilokalisir hampir tiga jam kemudian menunjukkan adanya hambatan struktural serius di permukiman padat kita, mulai dari akses jalan yang sempit hingga minimnya sumber air seperti hidran yang berfungsi," ujar Eka Widodo di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Politisi PKB ini menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) tidak bisa lagi menggunakan pola lama yang hanya berfokus pada langkah penanganan responsif atau pemadaman setelah api membesar. Insiden di Kemayoran, di mana warga hanya dibekali tiga unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tingkat RW, membuktikan bahwa program proteksi kebakaran dini di permukiman padat masih bersifat formalitas.

"Pemerintah Daerah harus segera menggeser paradigma dari yang tadisnya sekadar pemadaman responsif menjadi pencegahan mandiri yang preventif dan agresif. Di kawasan padat penduduk dengan material bangunan semipermanen yang rentan, menyediakan tiga unit APAR untuk satu RW itu jelas tidak memadai. Pemda harus berani berinvestasi pada sistem proteksi dini yang mandiri di tingkat grassroots," tegas Eka.

Berkaca pada manajemen kebakaran kota-kota besar di negara maju seperti Tokyo dan Singapura, Eka Widodo mendesak Pemda Daerah Khusus Jakarta mengalokasikan anggaran mendistribusikan alat pendeteksi asap (smoke detector) berbasis baterai ke setiap rumah di zona merah permukiman padat. Alat ini penting agar sinyal darurat bisa aktif secara otomatis begitu ada indikasi asap, bukan menunggu api membesar baru menelepon pos pemadam.

“Pemda juga wajib membekali komunitas warga dengan pompa air pemadam portabel (portable fire pump) mini berkemampuan tinggi. Alat ini bisa ditarik melalui gang sempit dan langsung menyedot air dari selokan atau sumur warga sebelum truk damkar besar tiba,” ujarnya.

Mengingat dugaan awal pemicu kebakaran di Kemayoran adalah korsleting listrik, Eka meminta Pemda bekerja sama secara agresif dengan PLN untuk membenahi kabel-kabel utilitas yang semrawut serta menertibkan jaringan listrik ilegal di perkampungan kota.

"Kebakaran di kawasan padat selalu berulang dengan pola klasik yang sama, yaitu korsleting listrik dan kendala akses air. Komisi II DPR RI meminta Pemda DKI Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia untuk menjadikan tragedi Kemayoran ini sebagai momentum evaluasi total. Nyawa dan harta benda rakyat terlalu berharga jika terus-menerus dipertaruhkan oleh buruknya sistem pencegahan dini kita," pungkas Eka Widodo.

Penulis : Nono Suwarno

Profile Anggota

  • IRMAWAN
    IRMAWAN
  • RUSLAN M. DAUD
    RUSLAN M. DAUD
  • ASHARI TAMBUNAN
    ASHARI TAMBUNAN
  • MARWAN DASOPANG
    MARWAN DASOPANG
  • RICO ALVIANO
    RICO ALVIANO
  • IYETH BUSTAMI
    IYETH BUSTAMI
  • MAFIRION
    MAFIRION
  • ELPISINA
    ELPISINA
  • S.N. PRANA PUTRA SOHE
    S.N. PRANA PUTRA SOHE
  • BERTU MERLAS
    BERTU MERLAS
  • MUHAMMAD KADAFI
    MUHAMMAD KADAFI
  • CHUSNUNIA CHALIM
    CHUSNUNIA CHALIM
  • HASBIALLAH ILYAS
    HASBIALLAH ILYAS
  • IDA FAUZIYAH
    IDA FAUZIYAH
  • HABIB SYARIEF MUHAMMAD
    HABIB SYARIEF MUHAMMAD
  • CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
    CUCUN AHMAD SYAMSURIJAL
  • ASEP ROMY ROMAYA
    ASEP ROMY ROMAYA
  • NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
    NENG EEM MARHAMAH ZULFA HIZ
  • ZAINUL MUNASICHIN
    ZAINUL MUNASICHIN
  • TOMMY KURNIAWAN
    TOMMY KURNIAWAN
  • SUDJATMIKO
    SUDJATMIKO
  • SYAIFUL HUDA
    SYAIFUL HUDA
  • DEDI WAHIDI
    DEDI WAHIDI
  • MAMAN IMANUL HAQ
    MAMAN IMANUL HAQ
  • RINA SAADAH
    RINA SAADAH
  • IMAS AAN UBUDIAH
    IMAS AAN UBUDIAH
  • OLEH SOLEH
    OLEH SOLEH
  • HINDUN ANISAH
    HINDUN ANISAH
  • MARWAN JAFAR
    MARWAN JAFAR
  • EVA MONALISA
    EVA MONALISA
  • MOHAMMAD TOHA
    MOHAMMAD TOHA
  • ABDULLAH
    ABDULLAH
  • TAUFIQ R ABDULLAH
    TAUFIQ R ABDULLAH
  • SITI MUKAROMAH
    SITI MUKAROMAH
  • EKA WIDODO
    EKA WIDODO
  • M. HANIF DHAKIRI
    M. HANIF DHAKIRI
  • KAISAR ABU HANIFAH
    KAISAR ABU HANIFAH
  • ARZETI BILBINA
    ARZETI BILBINA
  • ANISAH SYAKUR
    ANISAH SYAKUR
  • M. HILMAN MUFIDI
    M. HILMAN MUFIDI
  • NIHAYATUL WAFIROH
    NIHAYATUL WAFIROH
  • M. NASIM KHAN
    M. NASIM KHAN
  • RIVQY ABDUL HALIM
    RIVQY ABDUL HALIM
  • MUHAMMAD KHOZIN
    MUHAMMAD KHOZIN
  • HASANUDDIN WAHID
    HASANUDDIN WAHID
  • ALI AHMAD
    ALI AHMAD
  • ANGGIA ERMA RINI
    ANGGIA ERMA RINI
  • ANIM FALACHUDDIN
    ANIM FALACHUDDIN
  • AHMAD IMAN SYUKRI
    AHMAD IMAN SYUKRI
  • RUSDI KIRANA
    RUSDI KIRANA
  • ABDUL HALIM ISKANDAR
    ABDUL HALIM ISKANDAR
  • ANNA MUAWANAH
    ANNA MUAWANAH
  • RATNA JUWITA SARI
    RATNA JUWITA SARI
  • JAZILUL FAWAID
    JAZILUL FAWAID
  • SYAFIUDDIN
    SYAFIUDDIN
  • AHMAD FAUZI
    AHMAD FAUZI
  • MOH. RANO ALFATH
    MOH. RANO ALFATH
  • MAHDALENA
    MAHDALENA
  • LALU HADRIAN IRFANI
    LALU HADRIAN IRFANI
  • N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
    N.M. DIPO NUSANTARA PUA UPA
  • USMAN HUSIN
    USMAN HUSIN
  • DANIEL JOHAN
    DANIEL JOHAN
  • SYAFRUDDIN
    SYAFRUDDIN
  • SYAMSU RIZAL
    SYAMSU RIZAL
  • ANDI MUAWIYAH RAMLY
    ANDI MUAWIYAH RAMLY
  • JAELANI
    JAELANI
  • INDRAJAYA
    INDRAJAYA